7 Jan 2014

No Tipping, No Undertable

Dalam buku karya Purdi E. Chandra “Cara Gila Jadi Pengusaha” disalah satu babnya di tulis tentang pengalaman si penulis ketika menginap di salah satu hotel di Jakarta. Ada yang unik di hotel tersebut yaitu pihak manajemen hotel melarang bellboy untuk menerima tip sebagaimana lazimnya hotel-hotel. Dan anjuran itu dilaksanakan seluruh staf termasuk bellboy dengan sepenuh hati. Hasilnya kinerja hotel menjadi bagus.

Bukan hanya tip tapi juga bakpia, intinya semua karyawan dilarang menerima pemberian dari tamu hotel, no tipping no bakpia, begitu centilan bung Purdi E. Chandra. Bagi karyawan yang diketahui menerima tip akan dikeluarkan.

Saya lantas membayangkan seandainya polisi dan aparat negara bisa melakukan seperti yang dilakukan bellboy itu. Alangkah indahnya negeri ini semuanya berjalan sesuai dengan prosedur. Polisi tidak usah jadi calo di jalanan hanya untuk selembar duit haram.  Juga aparat Negara dari lurah sampai pejabat negara tidak perlu lagi ngobyek untuk mengincar duit-duit haram. Dan keluarga pun makan dari uang halal, bersekolah dengan uang halal, berobat dengan uang halal hingga naik haji juga dengan uang halal, tapi mungkin kah itu bisa terjadi !!! jangan-jangan hanya bisa terjadi di sebuah negeri Utopia seperti dalam kamus Plato.

Padahal tiap tahun bermilyar-milyar duit Negara habis untuk menggelar diklat sekedar mengajarkan arti sebuah etika dan menghindari prilaku korup.

Pernah suatu hari kampung kami kedatanagn seorang polisi muda berpangkat perwira menengah. Alumnus sekolah kepolisian ini juga merupakan salah satu polisi terbaik di Jawa, kehadiran polisi ini dimanfaatkan untuk berdiskusi. Salah satu pertanyaan dari warga kampung adalah menyoal kebiasaan polisi meminta upeti layaknya raja di zaman feodal dulu.

Tidak ingin malu sang polisi muda ini menjawab bahwa di kepolisian sedang digalakkan reformasi dan budaya seperti itu berusaha dihilangkan, terus soal upeti, biasanya terjadi kalau warga yang kasusnya diselesaikan oleh polisi memberikan rasa terima kasihnya dengan memberi uang tanda terima kasih. Lantas apa duit itu diambil ??, tanya warga 
"iya, kami ambil karena itu sukarela". 
Saya lantas mengamini dalam hati bahwa mental polisi memang tidak lebih baik dari mental bellboy.

Tanpa merendahkan profesi bellboy, saya mau sampaikan bahwa untuk menjadi bellboy tidak perlu ijazah yang tinggi, kalau begini jadi polisi tidak perlu lah berijazah toh kualitasnya tidak lebih baik dari bellboy itu. Pengalaman lain ketika kerja di perusahaan swasta pelayaran, suatu hari saya mendapat tugas menemani seorang kawan untuk mengurus dokumen administrasi kapal kami. Sebenarnya saya diajak hanya katena mereka khwatir kalau duit yang dibawanya itu kurang.

Dan benar saja, ketika rekan saya sementara mengurus dokumen itu, saya ditelepon untuk ikut masuk, katanya duitnya kurang. Setelah didalam teman menghampiri saya dan berkata duitnya kurang sejuta rupiah, saya bilang “ok, kita bayar asal ada bukti tanda terimanya”. Kata temanya  “tidak ada kuitansi untuk biaya ini, ini hanya uang tip saja”. Uang tip sampai satu juta, wow.

Karyawan itu atau tepatnya kepala seksi hanya berkata itu sudah biasa dan termasuk biaya undertable. Sebagai seorang akuntan saya belum pernah menemukan dalam akun yang namanya biaya undertable atau biaya dibawah meja alias biaya siluman, ini hanya akal-akalan saja mendapatkan duit tambahan. Karena bingung saat di jurnal sebagai biaya yang mana maka biaya ini saya kategorikan biaya lain-lain. Ketika seorang kawan data control dari Jordania datang menanyakan hal ini, dengan rumit saya menjelaskan bahwa uang itu termasuk biaya siluman alias undertable cost, kata kawan Jordan "ini tidak masuk akal". 

Dari sharing dengan teman-teman, saya melihat biaya siluman di industri pelayaran memang cukup banyak. Mungkin masuk akal apa yang dibilang Dirut Pelindo II bahwa gaji mereka sengaja dikasih sangat tinggi supaya tidak korupsi lagi. Padahal urusan korupsi bukan semata masalah besarnya gaji, lebih kepada masalah mental. Pengidap sindrom korupsi memang tidak jauh-jauh dari pengidap sakit mental yang stutusnya beda tipis sama orang sakit jiwa.

Begitu susahnya menghilangkan budaya tip di lingkungan birokrat kita. Sampai-sampai tertanam dalam image sebagian besar  bahwa yang berseragam ini bermental korup, padahal saya yakin tidak semua aparat mau menerima uang tip seperti bellboy di salah satu hotel di Jakarta.

Lalu beranikah polisi, jaksa, hakim, lurah, dll berkata No tipping No undertable!! atau haruskah kita menyandarkan pada seleksi alam saja, yaitu menunggu satu generasi korup ini hilang dari bumi, lalu lahir tunas-tunas baru yang bersih. Saya bahkan tidak yakin kalau tunas-tunas baru ini bisa bersih, soalnya mereka sekolah dan makan dari duit-duit haram dari generasi sebelumnya hingga mereka mewarisi sifat selalu minta tip. Kalau begitu saya hanya berharap kepada Tuhan yang maha kuasa untuk mengubahnya.

salam

3 Jan 2014

Kalla Transport: Seperti Bintang-Bintang di Langit




Seringkali sebuah perubahan besar berawal dari gagasan sederhana yang kemudian diwujudkan dalam tindakan-tindakan kecil. Bahwa sebuah ide mempunya tentakel untuk menggapai perubahan. Namun tanpa action (tindakan) sebuah idea hanya akan terperangkap dalam lemari sejarah dan kehilangan momentum untuk berdetak dalam jantung perubahan.
 
Persaingan bisnis yang semakin ketat dan keras mengharuskan manajemen perusahaan untuk tanggap melakukan transformai bisnis. Momentum satu dekade PT. Bumi Jasa Utama merupakan titik balik menjadi perusahaan terkemuka di bisnis transport. Momentum untuk mentransformasi diri menjadi lebih baik dan lebih cepat dalam segala aspek. Hal ini ditangkap baik oleh PT. Bumi jasa Utama yang telah mentransformasi dirinya tidak sekedar bisnis rental tapi melebar ke bisnis transport dan logistik.

Momentum satu dekade PT. Bumi Jasa Utama (Kalla Transport)
Ibarat sebuah lompatan diperlukan sebuah pijakan dan langkah kaki yang kokoh untuk mengapai tujuan. Tahun 2013 PT. Bumi Jasa Utama seperti terlahir kembali (reborn) untuk menatap persaingan. Kehadiran perusahaan autobus Cahaya Bone yang mengusung bisnis tranport dan meleburnya bisnis Logistik PDC menambah kekuatan PT. Bumi jasa Utama dalam mengarungi samudera persaingan bisnis. Dengan branding baru Kalla Transport, PT. Bumi Jasa Utama menyongsong perubahan.

Cahaya Bone merupakan pionir transportasi darat di jazirah Sulawesi. Kehadiran Cahaya Bone telah banyak memberikan kemanfaatan sosial ekonomi bagi masyarakat di pulau Sulawesi, Cahaya Bone memangkas sekat dan jarak serta menjadi pijar bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi. Ini sebuah aset yang berharga untuk dikembangkan. 

Suasana di Pre Delivery Centre (PDC) di Daya
Dalam buku Mestakung karya Yohanes Surya disebutkan bahwa ketika kita melakukan usaha sangat keras dengan bersungguh-sungguh yang dilandasi kerja profesional maka alam semesta akan bekerja membantu kita. Saya melihat hal tersebut sedang terjadi di PT. Bumi Jasa Utama khususnya di aspek marketing dan operasional. Perhituangn tender dengan memperhatikan aspek kelayakan bisnis merupakan salah satu contohnya. Contoh proses Mestakung yang sedang terjadi lainnya adalah penanganan AR Turnover yang semakin bagus. Jumlah hari keterlambatan bayar juga semakin tereduksi, artinya perusahaan telah berusaha mengimplementasikan kerja profesional. Kerja keras dibarengi dengan skill dan dedikasi adalah kunci keberhasilan, bahasa sederhananya adalah kristalisasi keringat, meminjam istilah pesohor Tukul Arwana.

Dengan pilar bisnis yang ada tidak berlebihan jika bisnis rental masih jadi primadona Kalla Transport. Secara nasional PT. Bumi Jasa Utama masih terus mengejar beberapa perusahaan yang terlebih dahulu eksis seperti Trac Astra, Assarent atau Cipaganti. Dalam bisnis ada sebuah ungkapan yang mengatakan “pesaing anda adalah guru terbaik anda”. Saya ingat bagaimana dulunya sebuah perusahaan elektronik yang kalah pamor dari Toshiba, Sony, Sonya, Panasonic dan lain-lain, namun kini menjadi perusahaan elektronik nomor satu dunia. Bahkan karena dia, beberapa raksasa elektronik di Jepang gulung tikar dan memecat ribuan karyawannya. Tidak hanya di elektonik mereka mampu unggul di pasar smartphone, membuat raja dari Skandinavia (Nokia) dan master dari Kanada (Blackberry) perlu menata ulang bisnisnya yang terancam kolaps, perusahaan itu adalah raksasa dari semenanjung Kosan, Samsung dari Korea, si peniru ulung dan pemberi harga terbaik. Jangan pernah minder dengan ketertingalan, namun jadikan cambuk untuk mengejar. Kekuatan pesaing kita adalah keuntungan bagi kita, pelajari ambil yang baik dari mereka. 

Langit cerah di atas cabang Makassar
Seorang motivator ulung berkata” “Semua prestasi, semua kekayaaan yang diperoleh, bermula berawal dari gagasan’ (Napoleon Hill). Gagasan melahirkan sebuah inovasi. Inovasi tidak melulu berarti sebuah penemuan. Perubahan pola kerja dan alur kerja yang lebih efektif dan efisien bisa jadi merupakan inovasi. Inovasi adalah kata yang menggerakkan peradaban manusia dari masa ke masa. Bagi perusahaan inovasi bukan sekedar basa basi, mereka berlomba membuat terobosan dan pembaruan produk setiap saat. Inovasi adalah alirah darah segar yang membuat bisnis terus berdenyut, lalai dalam inovasi maka bersiap mengucapkan selamat tinggal pada persaingan (Kompas 29-11-13). 

Pembaruan produk Kalla Transport bentuk kecil inovasi yang terus bergulir sepanjang tahun 2013. Contoh sebuah inovasi yang sederhana bisa dilihat pada perusahaan BNI 46, kalau kita melakukan transaksi di perusahaan plat merah tersebut kita hanya diberi nomor antrian. Di Nomor antrian tersebut kita diminta mengisi transaksi setoran, transfer atau penarikan. Cukup simple bukan! Hal yang berbeda dengan perbankan yang lain. Apa hasilnya, BNI bisa melakukan transaksi yang efisien dan efektif, mereka mampu menghemat biaya. Tahun 2012 mereka mencetak laba 2 tilliun lebih salah satu dari penghematan kecil seperti diatas. Hal yang sama bisa diterapkan di BJU dengan prinsip papaerless document yaitu meminimalkan penggunaan kertas dll.

Dalam salah satu dialog di film bollywood “Taare Zameen Par” yang artinya seperti bintang-bintang dilangit disebutkan tentang kisah di Kepulauan Solomon dimana masyarakat di pulau itu jika ingin memotong kayu mereka tidak menggunakan peralatan mesin seperti pemotong kayu, yang mereka lakukan hanya berkumpul mengitari pohon-pohon itu lalu mengutuk dan melaknat pohon itu, beberapa hari kemudian pohon itu akan layu dan mati. Saya tidak ingin membahas mendalam film ini yang bagi saya salah satu film Bollywood terbaik. Yang ingin saya sampaikan bahwa Pohon itu adalah karyawan dan rakyat itu adalah manajemen perusahaan. Merperlakukan karyawan dengan baik ibarat anda sedang memahat sebuah mahakarya yang agung, kelak nilainya sangat mahal.

Satu elemen yang utama dalam lompatan bisnis adalah karyawan (human resources). Karyawan adalah batu bara yang menjadi energi pembakar lokomotif bernama perusahaan. Seringkali kita mendengar sebutan bahwa tidak ada anak yang bodoh mereka adalah unik, maka hal yang sama berlaku bagi karyawan. Tidak ada karyawan yang bodoh mereka semua punya bakat yang berbeda. Ibarat jari-jari kita tidak satu pun yang sejajar atau sama tinggi namun kelima jari-jari tersebut adalah satu kesatuan yang kokoh dan kuat. Bintang dari segala keberhasilan adalah karyawan. Mereka adalah bintang-bintang di langit. Kuncinya adalah menjadikan karyawan adalah aset bukan mesin. Pemberian insentif yang terjadi selama tahun 2013 adalah hal baik yang memacu kerja karyawan untuk terus berkarya. Karyawan yang baik yaitu yang mampu mengupgrade ilmunya, terbuka atas perubahan dan menyerap ilmu yang datang dari luar serta tidak silau dengan jabatan dan harta.

Memasuki tahun 2014 yang oleh orang China disebut sebagai tahun Kuda kayu, entah apa maksudnya! Saya sudah mencatat empat resolusi yang salah satunya adalah memberikan kontribusi bagi perusahaan, bersama tim akuntansi menyiapkan program akuntansi dan keuangan yang terintergarsi dan online ke semua cabang. Ini mimpi saya sejak bergabung di Bumi Jasa Utama. Dari tujuh perusahaan dengan tujuh rupa bisnis yang berbeda dengan 6 perusahaan dari suku bangsa yang berbeda dalam curiculum vitae saya, di BJU terselip secuil ambisi untuk berkontribusi besar.

Kalla Transport siap menatap persaingan di tahun 2014
Bagi orang tahun 2014 adalah tahun yang serba baru: presiden baru, anggota dewan yang baru, juara dunia baru, di Makassar akan ada walikota baru, tidak berlebihan jika 2014 bagi BJU adalah cara kerja yang baru, pola pikir yang baru serta semangat yang baru. Menurut penulis novel fenomenal Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Prof Buya Hamka “Bahwa seseorang yang tidak memperbaruhi cara kerjanya yang tidak menghasilkan sama saja dengan orang yang memerah jerami untuk mendapatkan santan”, jadi masihkah anda terlena dengan kerja yang tidak menghasilkan???

Saya yakin disetiap departemen telah banyak konsep atau catatan harian menyambut tahun 2014, di internet pun banyak bertebaran kata-kata seperti manajemen mutu, sertifikasi ISO atau good governance corporate yang bisa kita adopsi. Pointer dari semua yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ringan nan sederhana adalah di tahun 2014 mari kerja lebih keras, kerja amanah dan profesional, kita adalah satu tim dimana sebuah superteam yang orang-orangnya berlaku seperti superman, lakukan transformasi secara bersama baik pola pikir maupun pola kerja, hilangkan sekat-sekat dikotomi (jika ada). Dengan kerja keras dilandasi kerja amanah dan profesional di tahun 2014 Kalla Transport tetap memancarkan cahayanya seperti bintang-bintang dilangit.

Memasuki tahun 2014, ada 365 halaman kosong yang harus ditulis dengan tinta emas prestasi. Tulisan ini merupakan halaman satu dari 365 halaman. Semoga tulisan ini bermanfaat. 


Salam





31 Des 2013

Menikmati Indonesia Tempo Doeloe di Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck


1388211132120595826

Akhirnya kesampaian keinginan saya menonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Kamis 26 Desember 2013, sebuah film yang diangkat dari Novel dengan judul yang sama karya Buya Hamka. Sejak kecil saya sudah kagum sama ulama Minang yang hebat ini. Bersama teman-teman kantor kami beruntung masih mendapatkan tiket nonton disalah satu mall ternama di Makassar. Saya belum pernah membaca novelnya sampai tuntas, namun isi cerita novelnya sudah saya ketahui sejak SMP.  Keinginan menggebu untuk menonton film ini tidak lain ingin melihat logat Makassar dalam film tersebut, saya penasaran bagaimana anak Muda Jakarta (Herjunot Ali) bisa berakting dengan logat Makassar juga bagaimana rupa Indonesia era 30an dalam film yang disebut-sebut film termahal Indonesia.

Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck banyak menampilkan panorama alam Indonesia yang masyur keindahannya dari pantai hingga pegunungan. Film ini bersetting tahun 1930an ketika Indonesia masih dibawah pengaruh kolonial Belanda. Film ini mengisahkan perjalanan cinta Zainuddin yang seorang pemuda Makassar dengan Hayati, gadis keturunan Minang. Percintaan dua sejoli ini harus kandas karena adat yang kuat. Zainuddin yang berayah Minang dan beribu Makassar tidak dianggap dalam pranata sosial oarng Minang yang berdasarkan pada keturunan ibu (matrilineal) dan di Makassar Zainuddin juga terasing karena orang Makassar menganut sistem patrilineal yaitu dari garis keturunan Ayah. Alhasil Zainuddin menjadi orang terusir. Sedangkan Hayati (Pevita Pearce) adalah wanita Minang asli.

Lewat surat Zainuddin menumpahkan perasaan cintanya ke Hayati, katanya Lewat surat kita bebas menerangkan perasaan kita. Kuatnya pengaruh adat yang dipersonifikasikan dengan seorang pemangku adat membuat Zainuddin yang terancam jiwanya memutuskan pindah menuntut ilmu ke Padang Panjang. Namun cinta tidak bisa menghentikan keduanya, Hayati yang terpikat oleh sikap rendah hati Zainuddin bermaksud menjumpai Zainuddin di Padang Panjang. Kehadiran Hayati di Padang Panjang menjadi awal dari polemik cinta segitiga.

Di Padang Panjang hayati berjumpa seorang pemuda Minang yang bergaya Belanda namanya Aziz (Reza Rahadian). Aziz dan keluarganya kemudian jatuh hati sama Hayati. Lamaran Zainuddin ditolak keluarga Hayati, sebaliknya Lamaran keluarga Aziz diterima. Selanjutnya penonton dibawa ke suasana sedih ketika Hayati menikah dengan Aziz dan sebuah surat dari Hayati sebagai penikam hati Zainuddin. Dari sini bisa dilihat bagaimana Buya Hamka coba mengangkat betapa kuatnya pengaruh adat di tanah Minang.
13882112741378379048
Film ini tambah menarik dengan hadirnya tokoh Muluk, si preman yang insyaf
Dalam keterpurukan itu Zainuddin yang mempunyai kawan setia berambut kribo bernama Muluk mulai bangkit. Perlahan Zainuddin menjadi penulis novel. Novelnya berjudul Teroesir menjadi best seller. Garis hidup Zainuddin berubah 360 derajat dari miskin menjadi kaya dan tersohor. Di sini saya melihat bagaimana lompatan berpikir sang Buya Hamka yang melihat penulis novel pada suatu masa akan menjadi kaya raya, dimasa  tahun 30an ketika novel ini ditulis hal itu belum terjadi.


Seolah dipertemukan oleh nasib keduanya tinggal di satu kota di Surabaya. Hidup Zainuddin yang glamour berbanding terbalik dengan Hayati dan Aziz yang jatuh miskin. Aziz yang gemar main judi dan perempuan hartanya ludes dan dipecat dari kantornya. Dari sebuah pertunjukan opera, Zainuddin dipertemukan dengan Hayati. Selanjutunya penonton dibawa kembali ke suasana sedih yang mendalam. Zainuddin yang memegang janjinya menolak kehadiran Hayati dalam hatinya. Hayati harus pulang ke tanah Minang dengan membawa duka, dia menumpang kapal Van Der Wijck. Konon kapal Van Der Wijck yang dibuat untuk film dipesan khusus dari negeri Belanda dengan harga yang mahal.

Beberapa adegan yang menampilkan dialog Zainuddin dalam logat Makassarnya seringkali membuat penonton tertawa, bisa dimaklumi logat itu sangat kental Makassarnya. Seperti ketika Zainuddin yang sakit dijenguk oleh Hayati, sadar Hayati sudah bersuami , Zainuddin berkata "keluar ko semuanya, pergi ko semuanya" ini sangat kental aksen Makassarnya. Secara umum penggambaran Zainuddin sebagai orang Makassar sudah cukup baik walau kelihatan sekali Zainuddin mempunyai gaya bahasa yang berat yang sedikit berbeda dengan orang Makassar.

Secara umum film ini menampilkan sisi humor yang mengundang tawa. Apalagi film didukung oleh alunan musik dan lagu yang enak didengar serta dipoles dengan kecantikan dan kelembutan Hayati (Pevita Pearce). Tidak mengherankan jika banyak anak muda yang sehabis nonton film ini bermimpi bisa ketemu Hayati seperti dalam film. Selain itu banyak kalimat atau ungkapan bijak terdapat dalam film ini seperti "Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis. Cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan"
13882114121365039686
Kapal Van Der Wijck yang khusus dipesan dari Belanda menambah keklasikan film ini
Yang mengagumkan lainnya seperti munculnya mobil antik tahun 30an, lalu bangunan yang klasik atau suasana saat pacuan kuda, orang-orang londo Belanda dengan pakaiannya menambah ke klasikan film ini. Sepertinya Soraya Intercine Film tidak ingin setengah-setengah menggarap film ini. Seolah-olah penonton terbawa  kesuatu zaman di tahun 30an ketika Indonesia masih belum merdeka. Setelah menonton film ini, ada beberapa kawan yang mengkritik kurangnya adegan di kapal Van Der Wijck sepertinya mereka masih terbawa emosi dalam film Titanic. Kritikan lain yaitu gambar laut dan detik-detik tenggelamnya kapal yang terasa kurang dramitisir.

1388211613974398415
Herjunot Ali mampu memerankan tokoh Zaijuddin dengan sangat baik
Menonton film ini saya membayangkan bagaimana seorang Hamka menorehkan penanya baris demi baris dalam sebuah novel. Saya membayangkan bagaimana disuatu senja Buya Hamka menatap keindahan pantai Losari dan kapal hilir mudik di bibir pantai Losari yang kemudian menuangkan inspirasi ke kepala Buya Hamka untuk lahirnya novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Kurang lebih 3 tahun lamanya Buya Hamka pernah menetap di Makassar. Film ini adalah film kedua Buya Hamka yang saya nonton, sebelumnya film Dibawah Lindungan Kabah.


Ditengah serbuan film barat dan film lokal yang bergenre hantu dan seksi dengan kualitas menyedihkan, maka kehadiran film fiksi roman Tenggelamnya Kapal Van der Wijck seperti angin sejuk di padang pasir yang kering. Tidak berlebihan jika nanti penonton film ini bisa menembus angka 1 juta penonton karena film ini memang layak menjadi tontonan. Film ini pantas mendapatkan rating 8/10. Semoga hadir lagi film nasional dengan kualitas mumpuni. Ayo ajak keluarga dan orang anda kasihi menonton film ini. Saya cinta film Indonesia.

Salam




11 Nov 2013

Monumen Mandala, Riwayat Mu Kini !!!




Kesepian itu kesan pertama saat saya menatap bangunan tegap menjulang tinggi ke langit, Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, orang lebih mengenalnya dengan sebutan Monumen Mandala.  Sore itu saya melintas di depannya, awan hitam menggelantung diatas menaranya, seolah ingin menggambarkan kegetirannya, kini telah dilupakan.

Bicara ikon kota Makassar maka pandangan kita akan segera mengingat pantai Losari atau Benteng Roterdam, orang lantas lupa dengan Monumen Mandala. Seperti umumnya monument pasti menyimpan kisahnya. Monumen ini dibangun pada masa orde baru berkuasa tahun 1994, monumen Mandala tidak bisa lepas dari sosok murah senyum namun kontroversial bernama Soeharto. Letaknya pun bergengsi tidak jauh dari titik nol kilometer kota Makassar.

Tingginya 75 meter yang terdiri atas 4 lantai, Menaranya mencapai ketinggian 62 meter sebagai simbol, pada 1962, terjadi perjuangan pembebasan Irian Barat. Pada bagian bawah monument terdapat relief lidah api yang menjadi simbol semangat yang tak kunjung padam. Monumen ini sengaja dibangun di Makassar karena di kota anging mamiri menjadi pusat dari pembebasan Irian Barat.

Dibagian dalam monument mandala terdapat berbagai macam replika dan diorama perjuangan bangsa tidak hanya kisah pembebasan irian Barat, tapi juga cerita tentang perjuangan anak negeri melawan kolonialisme terutama perjuangan lokal laskar Sulawesi.

Pasca reformasi monumen mandala seperti kehilangan pamornya, monumen ini hanya dikenal jika ada pesta atau festival dan sesekali menjadi tempat para demontran meluapkan keluh kesahnya, atau saat musim pilkada dimana para calon walikota mengumbar janji manisnya. Kini nasib monumen mandala semakin tegerus oleh zaman, orang tidak lagi tertarik datang berkunjung. Pada Juli lalu Monumen Mandala direnovasi. Tujuannya agar wisatawan mau singgah untuk bernostalgia dengan masa silam. Masyarakat “modern” lebih senang mengunjungi Trans Studio yang megah atau Pantai Losari yang kian cantik. Kemeriahan masa silam tinggal kenangan.

Tidak jauh dari monumen mandala berdiri mal dan pusat perbelanjaan mewah yang sesak dengan pengunjung, sangat kontras dengan pemandangan monumen mandala yang sepi. Jangan lupakan pula lapangan karebosi yang berseberangan dengan monumen mandala merupakan satu saksi sejarah Trikora, lapangan Karebisi punya pertautan sejarah dengan Monumen Mandala. Kini karebosi telah disulap menjadi pusat perbelanjaan elit, sebuah mal bawah tanah. Di Karebosi 41 tahun silam, Bung Karno bersuara lantang “”rebut Irian Barat sebelum ayam berkokok” yang menjadi batu meteor pembakar semangat bagi generasi pada masanya merebut kembali Irian Barat. 

Pada akhirnya saya berharap pihak terkait perlu mengemas ulang format wisata sejarah yang mampu mengajak orang untuk datang ketempat ini. Selain itu fasilitas yang nyaman dan modern akan membuat pengunjung betah untuk melihat salah satu cerita kegemilangan rakyat Indonesia. Monumen mandala sebagai wahana merenenungi jejak perjuangan bangsa dan menjadi pembelajaran generasi kini.

Monumen mandala bukan sekedar bangunan bisu yang layak dibiarkan teronggok dalam metropolitan yang gemerlap, karena didalamnya terdapat secuil kisah perjuangan anak bangsa melawan kapitalisme. Dan jangan biarkan monumen mandala dibiarkan mematung tanpa makna bagi generasi sekarang. 

Sambil mengenang kalimat Pemimpin Besar Revolusi, Soekarno “jangan sesekali melupakan Sejarah”, saya tinggalkan Monumen Mandala dengan membawa seribu impian, bisa melihat kembali monumen mandala menjadi primadona dan ikon kota Makassar.

Salam

Sepotong Heroik dari Melbourne

Sang mentari mulai naik, jalan kota Makassar mulai ramai dengan lalu lintasnya. Manusia dengan ragam kegiatannya mulai menyemut keluar rumah. Sementara itu di keheningan pekuburan, seorang lelaki tua bersama seorang anak muda tergopoh-gopoh memasuki area pemakaman. Ada ratusan nisan di dalam kompleks itu, tapi lelaki tua itu sudah sangat mengenali makam yang akan ditujunya. Tiba didepan makam, dia mengangkat kedua tangannya, mulutnya komat kamit membaca doa sesekali tangannya memegang batu nisan, sebuah tulisan kecil di nisan tertulis RAMANG.

Siang di tanggal 29 November 1956, wajah-wajah tegang dan cemas sedang menghinggapi tim nasional Indonesia. Lawan berikutnya adalah Uni Sovyet. Siapapun tahu Uni Sovyet adalah tim yang sangat kuat. Di sudut ruang ganti Toni Pogacnik dengan sebatang cerutunya sedang mengamati secarik kertas ditangannya, beberapa kali dia terlihat mencoret-coret kertas tersebut.

Toni sedang mencari mukjizat bagaimana cara terampuh membendung kekuatan Beruang Merah. Dia lalu memanggil semua tim untuk berkumpul.

Dengan pelan-pelan seperti seorang guru yang mengajarkan muridnya, Toni menjelaskan strateginya. Indonesia bermain Grendel ala Catenacio Italia, Maulwi Saelan dipercaya menjadi gawang Garuda, di depannya berdiri empat bek sejajar yaitu: Rasjid, Siregar, Ramlan, dan Seek Kwee. di tengah Toni mempercayai trio peranakan China Houw Tan, Liong Phwa dan Tjiang Thio, tugas ketiganya menjaga kedalaman skuad Garuda membantu pertahanan di luar garis 16 sedangkan di sayap Toni memasang Endang Witarsa dan Ramang, ini sebuah kejutan Ramang yang asli penyerang tengah di geser ke sayap.

“Ramang gunakan sprint mu, buat kejutan dengan shoot dari sisi sayap” demikian instruksi Toni kepada Ramang. Penyerang tengah di percayakan ke Ashari Danu, tugasnya memantulkan bola ke salah satu penyerang sayap.

“jangan biarkan Soviet itu masuk kotak 16 besar”

Sore itu, stadion Olimpiade Melbourne riuh dengan puluhan ribu penonton. “Ini partai Goliath versus David” seru komentator dari corong radio ABC.

“Lima gol sangat masuk akal, tiga dari Ryshkin dan dua untuk Salnikov” komentator lain menimpali
Anak-anak Garuda tahu mereka tidak diunggulkan, hingga melecut spirit mereka.

“Apapun yang terjadi dilapangan, kalian jangan menyerah, jangan mengeluh, buat Kamerad itu frustasi” Toni memberi samangat.

Satu persatu sebelas laskar Garuda muncul dilapangan, lagu Indonesia Raya berkumandang dengan gagahnya. Sebagian besar pemain Garuda menitikkan air mata, disaat bersamaan adrenalin mereka terpacu kencang. Tiada wajah gentar yang terlihat di wajah Garuda, hanya Toni Pogacnik yang sedikit cemas. Kontras dengan seterunya Gavril Kachalin yang tersenyum lepas. “Ini pertandingan mudah” Kachalin membatin

Kick off dimulai, Sovyet melancarkan serangan cepat lewat duet striker mautnya Ryschkin dan Salnikov tapi gelandang tengah garuda cekatan menghalau serangan. Berkali-kali Sovyet mengancam lewat tengah dan berkali kali pula Garuda mematahkan serangan mereka. Kaki kaki kecil garuda tidak gentar bertarung dengan kaki para kamerad yang besar.

Sebuah shooting keras dari Ryshkin menghujam sisi kanan gawang garuda, penonton harap cemas namun dengan sekali terbang diudara Maulwi menepis tendangan Ryshkin. Kachalin berdiri dari kursinya seakan tidak percaya bola itu tidak masuk. Penonton bersorak gembira.

Garuda bermain taktis, umpan pendek mulai diperagakan, setiap kali Witarsa atau Ramang memegang bola penonton bersorak riuh, kedua pemain sangat lincah berkali-kali pemain Sovyet terpaksa melanggar keduanya. Di menit 26 sebuah benturan keras terjadi Tjiang Thio terkapar setelah dihajar Anatoli Issaev, darah mengucur di kepala anak China ini. Tapi Tjiang Thio tetap melanjutkan permainan, penonton memberi aplaus.

Kelihatan anak-anak Rusia mulai frustasi berkali-kali mereka bermain kasar, sampai menit 35 sudah tiga kali sudah Maulwi sigap menyelamatkan gawang garuda. Sedangkan gawang Lee Yashin belum terjamah tembakan.

Kachalin memerintah pemainnya menyerang dari sayap mengandalkan postur pemain Rusia yang menjulang bak Jerapah. Pada suatu moment bola udara didepan gawang Maulwi, dengan sekali sapuan Siregar mengirim bola ke Witarsa dan kemudian dengan sekali sentuhan bola tersebut di oper ke Ramang dari sisi kanan. Ramang si nomor 11 berlari sangat kencang, dia dikawal ketat Igor Netto, bola masih memantul di tanah ketika dengan gerakan tak terduganya dari sudut sempit Ramang menembak kearah gawang. Lee Yashin bereaksi, Kachalin keringat dingin dipinggir bench pemain, Untung Sovyet punya Yashin dia mampu menepis tendangan voli dari Ramang.

“Fantastic shoot and fantastic Save” ujar komentator ABC.

Sampai 45 menit pertama skor masih imbang 0-0. Wajah Kachalin kini berubah, kerut diwajahnya bertambah banyak, dia tidak menyangka mendapat perlawanan ketat padahal sehari sebelumnya mereka dengan mudahnya mengalahkan Jerman Barat 2-1.

Ramang berusaha menahan sakit dikakinya, kaus kaki putih punya Ramang berganti warna menjadi merah, darah segar mengucur dari kaki Ramang, bukan hanya Ramang tapi Rasjid juga kakinya berdarah, beberapa kali bek Garuda ini mensliding pemain Rusia di mulut kotak 16.

Kick off babak kedua dimulai, para Kamerad dengan postur dan fisik yang kuat terus mengirimkan sinyal maut ke mulut gawang Garuda. Maulwi Saelan si anak Makassar tampil memukau. Merasa tidak bisa menembus, pemain Rusia mulai main kasar. Korban pertama adalah kiper Maulwi Saelan yang dihajar sikut pemain Rusia. Maulwi terkapar, penonton yang sejak awal mendukung Garuda terus memberi semangat” Give up…Give up” teriak suporter.

“Indonesia main gagah berani, Rusia main kasar” seru salah satu wartawan di pinggir lapangan
Maulwi bangkit, Garuda bersemangat lagi, waktu terus berjalan, para Kamerad mencoba jalan lain mereka mencoba menembak dari luar kotak penalty. Sebuah tembakan keras di lakukan Igor Netto di menit 80 membentur bagan Siregar, Maulwi Saelan salah langkah bola seperti akan masuk, tapi pas di mulut gawang berdiri Ramlan Yatim si anak Medan, dia jadikan badanya sebagai perisai hidup, bola tidak jadi masuk memantul ke luar lapangan, corner kick buat Sovyet. Kachalin mulai gusar beragam upaya gagal total.

Di menit-menit akhir permainan, umpan jauh dari Rasjid mengarah ke Ramang, dengan sedikit gerak tipu Ramang menchip bola melawati satu bek Rusia, tinggal berhadapan dengan Lee Yashin. Penonton histeris menanti momen penting, disaat akan menembak  ke gawang, baju kaos Ramang ditarik oleh Igor Netto, Ramang terpeleset sebelum benar-benar jatuh kaki kiri Ramang mengayunkan bola ke gawang Yashin.
Yashin tampil luar biasa, badannya seperti laba-laba yang sigap menangkap semua mangsa yang hadir di depannya, bola Ramang bisa di tepis. Ini peluang terakhir kedua tim. Pertandingan berakhir 0-0.

“Indonesia number eleven is very good” komentar penyiar Radio menutup partai bersejarah sore itu. Sebuah perjuangan heroik. Di pinggir lapangan Ramang yang kaosnya sobek menghampiri Adi wartawan Indonesia, dia berujar bangga “tulis berita ini dan sebarkan ke seantero Indonesia, kita bisa menahan Sovyet”
“Iya bang, besok pagi berita ini sudah sampai di Indonesia” kata Adi

Keesokan harinya, Adi datang sambil membawa sebuah Koran Prancis, mereka menulis perjuangan Garuda dengan judul “mereka bukan sekedar bermain bola, mereka adalah Warrior (Ksatria)”
Di kuburan itu, si kakek coba mengingat kembali peristiwa heroik di Melbourne.
“Kek, yang terbaring disini adalah Ramang yang legendaris itu yah?” Tanya Alif yang datang bersama kakek ke TPU.

“Iya Alif, dia adalah pahlawan hebat, saya saksi kehebatan Garuda di Melbourne. Ketika itu kakek mu wartawan yang ditugaskan meliput ke sana”

“Mereka bermain membela bangsa dengan hati, tidak pernah mengeluh karena makanan yang kadang terlambat, tidak mengeluh hanya karena tidur di mes kecil, mereka tidak pernah minta uang jasa kepada Negara, malah mereka merasa selalu berhutang jasa kepada negeri ini” kakek menambahkan

“Kalau dia pahlawan, seharusnya makamnya bukan disini tapi di depan sana (sambil menunjuk Taman makam pahlawan Panaikang pas depan TPU)” seru Alif

“seorang pahlawan tidak membutuhkan nisan yang megah, yang utama orang itu mampu memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negaranya” Jawab kakek

Sebelum beranjak pergi, kakek meletakkan sebuah potongan kertas yang berisi potongan berita dari FIFA, sebuah gambar Ramang membawa bola dengan judul “Indonesia Who Inspired’50s Meridian”.
Ramang di situs FIFA (FIFA.com)


Salam

12 Sep 2013

40

Gambar: www.playhugelottos.com


Keistimewaan angka 40 di tahun 2013 bisa dilihat terutama dalam perspektif bisnis. Ada beberapa perusahaan yang merayakan ulang tahunnya ke-40 di tahun 2013, dan perusahaan tersebut tumbuh menjadi kekuatan bisnis yang mengesankan. Selain bisnis angka 40 bertautan dengan kelahiran suatu partai sampai kematian orang hebat, semuanya terjadi di tahun 2013.

Yang pertama adalah perayaan 40 tahun lahirnya Bosowa Corporation, sebuah korporasi bisnis yang menggurita di sebelah timur Indonesia. Lahirnya Bosowa bermula dari didirikannya sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum bernama CV Moneter di Makassar, Sulawesi Selatan pada 22 Februari 1973 oleh HM Aksa Mahmud. Pada tahun 1978 perusahaan itu mendapatkan hak eksklusif sebagai dealer resmi mobil produksi Jepang Datsun untuk kawasan Indoensia Timur. Dari bisnis berjualan mobil, Bosowa tumbuh dan berkembang ke industri semen dengan bendera PT. Semen Bosowa.

Selanjutnya 40 tahun juga milik Aqua pelopo produsen air dalam kemasaan (AMDK). Aqua lahir atas ide Tirto Utomo melalui sayap bisnis PT. Golden Mississippi pada tanggal 23 Februari 1973. Produk pertamanya adalah Aqua botol kaca ukuran 950 ml yang kemudian disusul dengan kemasan Aqua 5 galon, pada waktu itu juga masih terbuat dari kaca. Pada saat perusahaan go-public pada tanggal 1 Maret 1990, nama PT Golden Mississippi diubah menjadi PT Aqua Golden Mississippi. Kini saham Aqua telah  dikuasi mayoritas  oleh kelompok Danone dari Prancis. Aqua tetap menguasai pasar air mineral terbesar di Indonesia. Bersamaan dengan perayaan ulang tahun yang ke-40, Aqua juga meluncurkan logo baru.
Godbless grup musik lawas juga merayakan ulang tahun ke-40 di tahun 2013. Grup band yang populer lewat lagu Panggung Sandiwara ini di motori oleh si kribo Ahmad Albar. Dalam perjalanan kariernya selama 40 tahun, God Bless sempat ganti formasi personel selama 20 kali.

Lompat ke ranah politik, tahun 2013 menjadi istimewa karena merupakan milad ke 40 salah satu partai Islam yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai yang mengusung jargon “Rumah Besar Umat Islam” lahir tanggal 5 Januari 1973 hasil dari fusi politik empat partai islam yaitu Partai NU, Parmusi, PSII dan Perti. Saat ini PPP bukan lagi partai islam terbesar di Indonesia, posisinya diganti oleh PKS.

Sekitar bulan Maret tahun 2013 majalah Forbes merilis 40 orang kaya Indonesia. Urutan pertama masih setia di kuasai raja rokok R Budi & Michael Hartono, dengan kekayaan USD15 miliar. Sedangkan raja media Chairul Tanjung berada di posisi ke-5 dengan kekayaan USD3,4 miliar. Sedangkan no. 40 orang terkaya Indonesia adalah Eddy Kusnadi Sariaatmadja, dengan kekayaan USD730 juta. Politisi Aburizal Bakrie yang pernah dinobatkan salah satu orang kaya Indonesia terlempar dari daftar, sepertinya kasus Lapindo dan perseteruan bisnis dengan Rothschild membuat Bakrie tidak sekuat dulu.

Selain korpoasi, angka 40 di tahun 2013 terkait dengan beberapa pribadi diantaranya Javier Zanetti sang kapten Inter Milan yang merayakan ultah 40 tahun di bulan Agustus 2013. Jarang pemain sepakbola pro bisa maktif bermain di usia 40 tahun seperti Zanetti. Prestasi terbaiknya adalah triblle juara (Champions Eropa, Serie-A dan Coppa Italia) di tahun 2010.

12 April 2013 publik dikagetkan dengan berita wafatnya ustad keren bernama Ustad Jefri Al Buchori, Jefri wafat di usia 40 tahun. Uje adalah sosok ustad muda yang pintar dan gaul. Dakwahnya mengena khususnya di kalangan anak muda. Kemampuannya merangkul generasi muda diakuinya ada kaitannya dengan masa lalunya yang pernah gelap. Angka 40 juga menjadi inspirasi salah satu produk rokok dunia, lihat saja iklannya yang menampilkan pemuda yang memotong ikan.

Dan 9 September 2013 merupakan hari ke-40 wafatnya saudara dan kawan seperjuangan saya, Wages (Wejis) Sastrawat. Banyak kenangan yang almahurm goreskan, sebuah memori yang sulit terlupakan. Hingga kini bayang-bayang dirinya masih selalu hadir. Semoga engkau damai disana, kami selalu merindukan mu, doa dan amal kami selalu menyertai mu. Amin. 

Salam