12 Sep 2013

40

Gambar: www.playhugelottos.com


Keistimewaan angka 40 di tahun 2013 bisa dilihat terutama dalam perspektif bisnis. Ada beberapa perusahaan yang merayakan ulang tahunnya ke-40 di tahun 2013, dan perusahaan tersebut tumbuh menjadi kekuatan bisnis yang mengesankan. Selain bisnis angka 40 bertautan dengan kelahiran suatu partai sampai kematian orang hebat, semuanya terjadi di tahun 2013.

Yang pertama adalah perayaan 40 tahun lahirnya Bosowa Corporation, sebuah korporasi bisnis yang menggurita di sebelah timur Indonesia. Lahirnya Bosowa bermula dari didirikannya sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum bernama CV Moneter di Makassar, Sulawesi Selatan pada 22 Februari 1973 oleh HM Aksa Mahmud. Pada tahun 1978 perusahaan itu mendapatkan hak eksklusif sebagai dealer resmi mobil produksi Jepang Datsun untuk kawasan Indoensia Timur. Dari bisnis berjualan mobil, Bosowa tumbuh dan berkembang ke industri semen dengan bendera PT. Semen Bosowa.

Selanjutnya 40 tahun juga milik Aqua pelopo produsen air dalam kemasaan (AMDK). Aqua lahir atas ide Tirto Utomo melalui sayap bisnis PT. Golden Mississippi pada tanggal 23 Februari 1973. Produk pertamanya adalah Aqua botol kaca ukuran 950 ml yang kemudian disusul dengan kemasan Aqua 5 galon, pada waktu itu juga masih terbuat dari kaca. Pada saat perusahaan go-public pada tanggal 1 Maret 1990, nama PT Golden Mississippi diubah menjadi PT Aqua Golden Mississippi. Kini saham Aqua telah  dikuasi mayoritas  oleh kelompok Danone dari Prancis. Aqua tetap menguasai pasar air mineral terbesar di Indonesia. Bersamaan dengan perayaan ulang tahun yang ke-40, Aqua juga meluncurkan logo baru.
Godbless grup musik lawas juga merayakan ulang tahun ke-40 di tahun 2013. Grup band yang populer lewat lagu Panggung Sandiwara ini di motori oleh si kribo Ahmad Albar. Dalam perjalanan kariernya selama 40 tahun, God Bless sempat ganti formasi personel selama 20 kali.

Lompat ke ranah politik, tahun 2013 menjadi istimewa karena merupakan milad ke 40 salah satu partai Islam yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai yang mengusung jargon “Rumah Besar Umat Islam” lahir tanggal 5 Januari 1973 hasil dari fusi politik empat partai islam yaitu Partai NU, Parmusi, PSII dan Perti. Saat ini PPP bukan lagi partai islam terbesar di Indonesia, posisinya diganti oleh PKS.

Sekitar bulan Maret tahun 2013 majalah Forbes merilis 40 orang kaya Indonesia. Urutan pertama masih setia di kuasai raja rokok R Budi & Michael Hartono, dengan kekayaan USD15 miliar. Sedangkan raja media Chairul Tanjung berada di posisi ke-5 dengan kekayaan USD3,4 miliar. Sedangkan no. 40 orang terkaya Indonesia adalah Eddy Kusnadi Sariaatmadja, dengan kekayaan USD730 juta. Politisi Aburizal Bakrie yang pernah dinobatkan salah satu orang kaya Indonesia terlempar dari daftar, sepertinya kasus Lapindo dan perseteruan bisnis dengan Rothschild membuat Bakrie tidak sekuat dulu.

Selain korpoasi, angka 40 di tahun 2013 terkait dengan beberapa pribadi diantaranya Javier Zanetti sang kapten Inter Milan yang merayakan ultah 40 tahun di bulan Agustus 2013. Jarang pemain sepakbola pro bisa maktif bermain di usia 40 tahun seperti Zanetti. Prestasi terbaiknya adalah triblle juara (Champions Eropa, Serie-A dan Coppa Italia) di tahun 2010.

12 April 2013 publik dikagetkan dengan berita wafatnya ustad keren bernama Ustad Jefri Al Buchori, Jefri wafat di usia 40 tahun. Uje adalah sosok ustad muda yang pintar dan gaul. Dakwahnya mengena khususnya di kalangan anak muda. Kemampuannya merangkul generasi muda diakuinya ada kaitannya dengan masa lalunya yang pernah gelap. Angka 40 juga menjadi inspirasi salah satu produk rokok dunia, lihat saja iklannya yang menampilkan pemuda yang memotong ikan.

Dan 9 September 2013 merupakan hari ke-40 wafatnya saudara dan kawan seperjuangan saya, Wages (Wejis) Sastrawat. Banyak kenangan yang almahurm goreskan, sebuah memori yang sulit terlupakan. Hingga kini bayang-bayang dirinya masih selalu hadir. Semoga engkau damai disana, kami selalu merindukan mu, doa dan amal kami selalu menyertai mu. Amin. 

Salam

23 Agu 2013

Selimut Duka (In Memorial Wages Sastrawat 13 Juni 1981-31 Juli 2013)

Masih Rapuh. Sudah 18 hari saya ditinggal selamanya oleh adik tercinta, namun bayangan wajahnya belum bisa lepas dari pikiran. Rasa sedih kehilangan orang terdekat sangat sulit dilukiskan. Saya dihantui perasaan bersalah karena tidak berada disampingnya jelang detik-detik terakhir kehidupannya. Bagi saya dia bukan sekedar saudara tapi kawan seperjuangan dalam mengarungi kehidupan, bersama suka dan duka.

1376840364778943180 

31 Juli 2013 dibulan Ramadhan yang suci, saya mendapatkan kabar yang teramat pedih, adik saya Wages Sastrawat telah berpulang ke Rahamatullah. Padahal sehari sebelumnya saya masih mendapatkan kabar bahwa kondisinya masih cukup baik, masih sadar, masih bisa berkomunikasi dan masih bisa makan. Kematian adalah misteri ilahi dan sekaligus ujian keimanan bagi orang-orang yang dekat dengan TuhanNya. Sebelum pergi untuk selamanya, sekitar lima hari sebelumnya dia mengeluh sakit ke mama. Tidak ada firasat kalau sakit itu bukan sekedar sakit biasa. Walau sakit antusiasnya terhadap kehidupan sangat tinggi, katanya ini hanya penyakit ringan. 

Sampai sekarang, kami belum tahu pasti penyakit almarhum. Hasil lab (resume medis) belum sempat kami ambil, almarhum pergi lebih dahulu. Kemungkinan almarhum terkena Hepatitis B atau C atau mungkin juga peradangan Hati.

Terakhir saya ketemu dengan almarhum sekitar bulan April 2013, ketika itu kondisinya masih kelihatan sehat tidak mengeluh sakit, masih bersemangat bercerita tentang rumah kos yang baru saja dibangun. Kami sudah merencanakan akan memugar rumah warisan orang tua dan yang paling penting tentang rencana saya berlebaran dikampung bersama keluarga. Tahun lalu saya tidak sempat berlebaran dikampung karena kondisi saya yang habis sakit. Alhasil lebaran tahun ini terasa sepi tanpa senyum dan tawanya. Keluarga lebih mengkhawatirkan kondisi kesehatan saya, malah dua pekan sebelum almarhum pergi, dia sempat mengirim SMS ke saya untuk periksa kesehatan ke dokter. Dia sendiri yang sakit malah tidak ke dokter, ini salah satu yang saya sesalkan. Manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan.

13768413161188343362
Kenangan masa kecil semasa TK 
Kedua orang tua saya cerai sekitar tahun 1987, saya dan almarhum ikut bapak sedangkan yang bungsu ikut mama.kami bersama sejak SD dari sekolah di Makassar, merantau di Kendari hingga kembali ke kampung  di Palopo. Di Palopo kami hidup berdua, hingga tamat sekolah dan kuliah di Makassar. Di Makassar kami tinggal sekamar selama kurang lebih 10 tahun sampai kami berpisah karena masing-masing menikah, saya tinggal di Makassar sedang almarhum di Palopo (8 jam dari Makassar). Almarhum bukan sekedar saudara bagi saya, tapi juga kawan sepenanggungan dalam suka dan duka. Semua kami lalui dengan penuh kesabaran. Almarhum memang termasuk orang yang sabar, bahkan ketika sakit dia tidak ingin penyakitnya diketahui orang lain. Tiap-tiap jiwa yang hidup pasti akan mati, ini hanya persoalan waktu, tiap manusia sudah punya giliran.

Komunikasi terakhir kami yaitu sekitar tanggal 26 Juli, saat itu saya SMS telah mengirim uang untuk THR mama dan kemenakan di kampung. Saat lebaran terakhir kami bersama, dua tahun lalu saya sempat bercanda ke almarhum untuk hati-hati dengan perutnya yang besar. Saya bilang, perut besar bukan pertanda makmur tapi bisa jadi sarang penyakit. Walau tidak gemuk, saya tidak nyaman melihat perut almarhum yang agak besar.

Kepergiannya menyisakan banyak kenangan, almarhum pergi meninggalkan seorang anak yang cakap dan sabar. Dia sangat sayang sama anak satu-satunya, mereka sangat dekat, hampir semua waktunya dia curahkan untuk Fahri nama anak almarhum yang berumur 4 tahun 9 bulan. Fahri bahkan lebih tegar dari kami menghadapi cobaan ini, saya tidak pernah melihat dia menangis mencari papanya, mungkin karena dia masih teramati kecil untuk memahami makna hidup. Kalau ditanya mana papa ?? si kecil Fahri menjawab singkat papa sudah mati ada di surga. Saat ke kuburannya, Fahri Kecil dengan lugu menyapa papanya “Saya datang papa”.

Kadang saya menyesal tidak bisa membaca isyarat dari Tuhan, saya tahu Tuhan sayang sama saya. Makanya ketika anak saya lahir tahun lalu dia memberi tanggal lahir yang sama dengan almarhum adik saya, 13 Juni. Mungkin Tuhan ingin berkata “adik mu ingin saya ambil kembali, saya gantikan dengan seorang anak yang akan menjadi penghiburmu”. Sayangnya sampai almarhum pergi, anak saya belum sempat ketemu omnya (paman), belum sempat merasakan gendongan almarhum yang dikenal sayang sama semua kemenakannya.

1376840726368619176
 Wages Sastrawat thn 2012
Sejak kepergiannya, saya mencoba mengumpulkan kembali jejak-jejak almarhum yang masih ada seperti foto dan video. Saya buka facebook almarhum yang penuh ucapan duka. Sayangnya almarhum sejak menikah termasuk orang yang tidak suka berfoto, saya kesulitan menemukan dokumentasi dirinya. Salah satu foto yang ada yaitu foto dalam balutan baju partai, beberapa saat sebelum pergi, almarhum sempat aktif disalah satu partai politik.

Kepergiannya memberi kami pelajaran, bahwa kematian tidak mengenal usia, yang muda dan kelihatan sehat bisa lebih dahulu pergi menghadap ilahi. Dan satu lagi bahwa penting untuk melakukan medical chek up minimal sekali setahun untuk melihat kondisi kesehatan. Jangan remehkan data-data medis, dan bila sakit segera lakukan pengobatan yang efektif dan segera ke dokter.

Kesedihan tidak lantas membuat kita larut terlalu lama, walau susah melapaskan diri dari rasa duka tapi hidup mesti terus berdetak. Ramadhan telah pergi bersama adik Wages, senyum dan tawanya masih terus ada dalam benak kami. Kematian adalah permulaan hidup yang abadi, sebelum dia datang perbanyak bekal karena akhir dari kehidupan sejati ada di kampung akhirat. Sampai jumpa saudaraku, kelak jika Allah mengizinkan kita akan dikumpulkan kembali ditaman Firdausnya yang Indah. Kami tidak akan pernah melupakanmu, amal dan doa kami selalu menyertai mu.

In Memorial Wages Sastrawat
(13 Juni 1981-31 Juli 2013)
Salam

14 Jun 2013

Satu Dekade Menuju Nomor Satu



Tepat hari Senin 10 Juni 2013 di lantai 4 episentrum bisnis Kalla Group puluhan orang siap merayakan satu dekade sebagai perusahaan rental nasional, PT. Bumi Jasa Utama. Pagi beranjak siang, sekitar jam 10 lewat 10 menit acara yang dinanti dimulai. Wajah-wajah sumbringah menebar seantero lantai 4, sambutan kecil dari empunya acara mampu membius audiens. Tepuk tangan, riuh bercampur dengan tawa kecil menambah meriah suasana. Tak lupa jepret kamera melengkapi  dokemntasi satu dekade PT. Bumi Jasa Utama.

Lepas dari meriahnya acara tersebut terselip semangat membara dari karyawan BJU di tahun Ular Air dalam kalender China. Semangat yang diterbungkus oleh seuntai kalimat sarat makna Fight to Run, yang artinya kurang lebih bertarung untuk berlari, tahun ini adalah tahun pembenahan, perbaikan dan merapikan segala hal. Dibalik acaranya yang “nyaris sempurna” saya melihat ada yang kurang, tidak ada apresiasi bagi karyawan yang mengabdi paling lama, atau mungkin saya yang tertinggal acara, maklum sepekan sebelum acara saya terkapar di rumah sakit, sakit lambung kambuh lagi.

Nahkoda baru BJU adalah pilihan terbaik dari manajemen Kalla Group, bapak AM Gunawan adalah the best of the best, seorang pemimpin berkaliber nasional yang ideal untuk perusahaan nasional seperti BJU. Beliau baru sebulan di BJU tapi gebrakan dan ambisinya mampu menggerakkan kaki-kaki karyawan BJU untuk melangkah lebih jauh.

Lokomotif bisnis BJU memang berubah drastis, bukan lagi sekedar rental tapi melangkah ke logistik dan transport umum. Sejak tahun 2013 BJU bertransformasi, perubahan mesti segera dilakukan kalau tidak ingin diremehkan. Rumus  manajemennya Change = Idea + Action, sebuah perubahan besar selalu berawal dari gagasan sederhana yang kemudian diwujudkan dalam tindakan-tindakan kecil. Bahwa sebuah ide mempunya tentakel untuk menggapai perubahan. Namun tanpa action (tindakan) sebuah idea hanya akan terperangkap dalam lemari sejarah dan kehilangan momentum untuk berdetak dalam jantung perubahan. Pointer dari semunya adalah tindakan-tindakan kecil dilakukan karyawan yang biasa-biasa namun bekerja luar biasa mampu menggerakan semesta sukses menggapai BJU.

Apa yang terjadi di tahun 2013 di BJU sebagai klimaktisasi penantian suatu perubahan, walau sebenarnya Change dalam lingkup lebih kecil sudah berjalan di bagian Keuangan dengan motor perubahan, Bapak. Amril Arifin.

Ada sedikit yang terlewatkan, kembali ke acara perayaan satu decade BJU adalah tidak nampak Local genius yaitu kearifan local Bugis Makassar yang dapat dibingkai menjadi suatu kekuatan perubahan, yang bila diterjemahkan ke logat manajemen modern akan serupa dengan ungkapan think local act global. Saya punya satu kalimat bila menyebut bisnis Kalla grup dengan sebutan Kilau saudagar Bugis dilangit Makassar, sebuah nama dari judul tulisan saya di blog Kompasiana.

Menutup tulisan sederhana ini, saya ingat dengan tulisan saya yang lain diblog berjudul “Kepak Sayap Garuda dari Anfiel Hingga Lincoln Memorial” tentang lompatan bisnis nasional hingga ke Liverpool dan Wahington, dan tidak tertutup kemungkinan Bumi Jasa Utama akan mengepakkan sayapnya, menjengkali ke negeri-negeri jauh seperti para Passompe masa lalu yang berdagang hingga menyentuh bibir Afrika, menyelami hangatnya teluk Carpentaria hingga bersenandung dalam rindu di negeri gajah putih, Fight to Run, inspirasi untuk semua. Maju untuk BJU, satu dekade menuju nomor satu.

Salam



8 Mei 2013

Agama & Bahasa Kitab Suci Dunia


 
Agama dan kitab suci merupakan satu hal yang tidak terpisahkan. Agama merupakan wahyu atau hasil perenungan panjang seorang manusia sedangkan kitab suci merupakan pedoman atau rangkuman hasil wahyu dan perenungan tersebut. Menarik untuk mengetahui bahasa dari kitab suci agama di dunia. Berikut beberapa agama beserta kitab suci dan bahasa kitab sucinya:

Hindu dan Bahasa Sanskerta

Agama Hindu merupakan agama yang lahir di anak benua India. Agama ini diperkirakan berkembang dari sungai Sindhu di bagian utara India. Kitab suci agama ini adalah Weda dengan bahasa Sanskerta. Dalam bahasa Persia, kata Hindu berakar dari kata Sindhu (Bahasa Sanskerta). Dalam Reg Weda, bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua India, yang salah satu sungai tersebut bernama sungai Indus). Di dunia agama Hindu merupakan agama terbesar ketiga dengan jumlah penganut sekitar 1 milyar. Sedangkan bahasa Sanskerta yaitu bahasa asli Weda hanya digunakan kurang dari 200 ribu orang diseluruh dunia. Bahasa Sanskerta merupakan bahasa klasik di India dan merupakan satu dari 23 bahasa resmi di India. Bahasa ini pernah berkembang di nusantara Indonesia dan mempengaruhi bahasa lokal seperti bahasa Jawa.

Budha dan Bahasa Pali
Budha merupakan ajaran yang dikembangkan oleh Sidharta Gautama sekitar abad 6 SM. Ajaran ini muncul sebagai reaksi dari ajaran Brahmanisme. Di negeri asalnya India dan Nepal, agama Budha kehilngan pengaruh, justru aqjaran ini berkembang luas di Asia Timur dan Asia Tenggara. Budha merupakan agama terbesar ke-4 di dunia dan merupakan agama dengan pertumbuhan tercepat ke-2 setelah Islam.
Kumpulan ajaran Budha di kumpulkan dalam 3 buah kitab (Tripataka) yang berbahasa Pali. Kata Pali sendiri artinya adalah “baris/garis” atau “teks (karonik)”. Bahasa Pali termasuk rumpun bahasa Indo-Arya. Oleh pakar dinyatakan bahwa sang Buddha adalah penutur bahasa Magadhi. Bahasa Pali oleh penganut Buddha dianggpa mirip dengan bahasa Pali. Sekarang penutur bahasa Pali tersebar dari India Timur, Nepal, Srilanka, Thailand hingga Kamboja.

Zoroaster dan Bahasa Persia

13287731012053241153

Ajaran Zarathustra berkembang di wilayah Persia kuno dan dibawa seorang nabi bernama Zoroaster.  Zarathustra diperkirakan hidup sekitar 1100-550 SM. Ajaran Zoroaster datang untuk mempengaruhi pemahaman beragama bangsa Persia yang cendrung polytheisme. Dasar ajaran dari Zarathustra adalah monotheisme, yaitu menyembah hanya satu Tuhan, Ahura Mazda.[4] Angra Mainyu, yang merupakan Sang Kegelapan dan lawan dari Ahura Mazda, adalah pengingkaran Tuhan. Sekarang pemeluk agama ini tinggal 2 juta orang. Bahkan di negeri asalnya pengikut Zarathustra sekitar 10 ribu hingga 100 ribu orang saja. 

Bahasa Persia merupakan bahasa asli dari Kitab Dasatir dan Awesta, dua kitab suci kaum Zoroaster. Bahasa Persia termasuk dalam rumpun bahasa Indo Eropa, bahasa ini terutama di pakai sebagai bahasa nasional di negera Iran, Afganistan, dan Tajikistan. Bahasa ini tergolong bahasa tertua, yang diperkirakan usianya lebih tua daripada bahasa Sanskerta. Bahasa ini terus berkembang, dan setelah Islam memasuki tanah Persia, kurang lebih 40 persen kosakata bahasa Persia telah terpengaruh oleh kosakata bahasa Arab. Sekarang jumlah penutur bahasa Persia sekitar 100 juta yang tersebar dari Asia barat hingga Asia Tengah.

Selain Zoroaster, di negeri Persia pernah lahir sebuah agama bernama Mani. Agama ini dibawa oleh Nabi Mani. Manikheisme (ajaran Mani) mengajarkan bahwa terdapat dua kerajaan besar, yaitu kerajaan Terang dan kerajaan Gelap yang sudah berperang sejak awal.

Yahudi dan Bahasa Ibrani

Sejak jaman dahulu kawasan timur tengah dipilih tempat turunnya agama langit. Salah satunya adalah agama Yahudi. Agama ini berhubungan dengan kelompok bani Israil. Ajaran Yahudi dikhususkan memang untuk bani Israil. Kitab suciYahudi bernama Taurat yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Pokok ajaran Yahudi adalah sepuluh perintah Tuhan dimana percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa menempati posisi teratas.

Bahasa Ibrani hampir punah sebagai bahasa yang dituturkan pada Abad Kuno, namun terus digunakan sebagai bahasa liturgi Yudaisme dan bahasa sastra serta hanya dipakai untuk mempelajari Alkitab dan Mishnah saja. Bahasa Ibrani masih satu rumpun dengan bahasa Arab dan termasuk dalam rumpun Afro-Asia. Bahasa Ibrani merupakan bahasa resmi Negara Israel modern.

Kristen dan Bahasa Aram

Kristen merupakan agama terbesar didunia dengan jumlah pemeluk hampir 2 milyar orang. Agama ini aslinya merupakan suatu mahzab dalam ajaran Yahudi. Pendiri agama ini adalah seorang keturunan Bani Israil. Awalnya perkembangan agama ini sangat lambat sebelum pengaruh Romawi dan Yunani membuat agama ini bisa diterima di Eropa. Dari Eropa agama ini menyebar ke seantero dunia. Kristen telah menjadi begitu banyak sekte dengan tiga kelompok besar yaitu Katholik, Protestan dan Orthodox.
Kitab suci agama ini adalah Bible yang terdiri dari perjanjian lama dan perjanjian baru. Bible modern tidak lagi ditulis dalam bahasa asli Yesus sang pendiri agama ini. Bahasa ibu Yesus adalah bahasa Aram. Bahasa Aram merupakan bahasa Sematik masih satu rumpun dengan bahasa Arab dan Ibrani. Bahasa ini justru tidak dikenal sebagian besar umat Kristen, hanya sekitar 500 ribu yang masih memakai Bahasa Aram.

Islam dan Bahasa Arab

Secara tradisi Islam merupakan satu dari 3 agama langit selain Yahudi dan Kristen. Agama ini disempurnakan oleh Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad mengajarkan agama ini sekitar abad 7 M. Islam modern merupakan agama terbesar kedua di dunia dengan jumlah pemeluk sebanyak 1,5 Milyar orang. Islam juga merupakan agama dengan pertumbuhan tercepat didunia. Agama ini pernah menjadi pionir peradaban ilmu di Asia, Afrika dan Eropa.

13287710178022979
Anak sedang membaca Al Quran (www.theramadhanblog.blogspot.com)

Al Quran merupakan kitab suci agama ini. Al Quran ditulis dalam bahasa Arab yang sama dengan bahasa sang pembawa pesan, Nabi Muhammad. Bahasa Arab merupakan bahasa terbanyak ke-2 yang digunakan menjadi bahasa resmi di suatu Negara. Jumlah penutur bahasa bahasa ini sebanyak kurang lebih 400 sampai 500 juta orang, menjadikan bahasa Arab merupakan bahasa kitab suci dunia yang paling banyak dituturkan. Bahasa Arab termasuk kelompok bahasa Sematik dan rumpun Afro-Asia.

Sikh dan Bahasa Punjabi

Sikh adalah ajaran yang berkembang di bagian utara India sekitar abad 17 M. Agama ini didirikan oleh Guru Nanak. Banyak yang berpendapat kalau ajaran ini merupakan jalan tengah atau campuran kepercayaan Islam dan Hindu. Agama ini termasuk masih baru. Kitab suci agama ini adalah Shree Guru Granth Sahib Ji. Kitab suci ditulis dalam bahasa Punjabi. Bahasa Punjabi merupakan salah satu bahasa Indo Arya yang dituturkan kurang lebih 60 juta orang. Nanak pada abad ke-16 menciptakan sistem penulisan khusus bagi kaum Sikh yang disebut Gurmukhi, yang berarti petuah guru, dan kitab suci kaum Sikh yakni Granth Sahib ditulis dalam huruf Gurmukhi.

Salam

28 Apr 2013

Adu Cepat di Lintasan Monorail Antara Ortus, ADHI dan Kalla

Semangat itu belum pudar! walau dikabarkan batal ikut menggarap proyek monorail Jakarta namun komitmen Kalla Group untuk menggarap proyek sejenis di Makassar terus bergelora, setidaknya itu gambaran yang saya dapatkan setiap kali menaiki lift di Wisma Kalla, episentrum bisnis Kalla Group. Sebuah papan informasi bertuliskan PT. Bumi Karsa (Monorail Project) menempel bersamaan beberapa anak perusahaan di Kalla Group. Saya tidak pernah membayangkan anak muda yang biasa saya jumpai akan menjadi penentu masa depan transportasi di Makassar dan Indonesia.Tidak hanya Makassar, Kalla Group sudah menargetkan kota lain seperti Bandung, Surabaya dan Bali untuk pembangunan monorail.

Kembali ke proyek Monorail Jakarta rencananya dikerjakan oleh dua perusahaan besar yaitu PT. Jakarta Monorail dengan saham mayoritas dimiliki oleh Ortus Group dari Singapura dan konsorsium BUMN dengan Adhi Karya sebagai leadernya. Proyek ini seperti bangun dari mati surinya setelah Jokowi datang.

Sebelumnya jejeran pancang tiang Monorail yang dibangun sejak tahun 2006 tidak lain hanya seonggok tiang yang menjadi saksi bisu kemacetan Jakarta tanpa ada sentuhan akhir, monorail melintasi Jakarta. Waktu berjalan, jumlah kendaraan semakin banyak sedang ruas jalan tidak mampu lagi menampung ledakan transportasi dan solusi monorail kembali diapungkan. Sebelum di hidupkan kembali oleh Jokowi di Jakarta, Makassar digadang-gadang sebagai kota pertama yang akan dilintasi monorail.

Di bandingkan bussway, monorail jelas lebih baik dan lebih sehat, tidak perlu lahan yang banyak untuk membangunnya juga tidak butuh asap jika sudah beroperasi, hanya memang perlu studi kelayakan. Soal studi kelayakan bisa belajar langsung ke China yang sukses. Soal pembangunannya, putra bangsa mampu melakukannya, percuma BUMN sekelas Adhi Karya bisa go internasional sampai ke Aljazair jika tidak bisa mewujudkan mimpi Indonesia punya monorail. Lalu gerbong bisa menggunakan produk made In Bekasi asli buatan anak negeri yang sudah diujicobakan, memang kapasitasnya kecil tapi kalau ingin kapaistas lebih besar tinggal beli ke China.

Kalau modal, tenaga ahli dan prasarana sudah ada, maka tinggal masalah permodalan. Modal membangun monorail memang cukup besar untuk proyek Monorail Jakarta saja butuh dana sampai 9 trilyun rupiah, mungkin karena itu PT. Jakarta Monorail lebih memilih Ortus Group dari Singapura ketimbang perusahaan pribumi Kalla Group, mereka siap secara permodalan walau berlum terbukti punya track record membangun infrastruktur. Untuk proyek sekelas Monorail perbankan nasional sudah siap, ini proyek yang menguntungkan setidaknya dari hitung-hitungan di atas kertas.

Sadar ini merupakan proyek prestisius, Dahlan Iskan menantang konsorsium BUMN dan PT. Jakarta Monorail mana lebih cepat mewujudkan mimpi monorail di Jakarta. PT. Jakarta Monorail dengan Ortus Group dari Singapura membangun monorail dalam kota yang melintasi Kuningan-Senayan-Palmerah, boleh dibilang Ortus Group sebagai representasi kekuatan asing dalam proyek infrastruktur nasional. Sedangkan Konsorsium BUMN yang terdiri dari Adhi Karya, Jasa Marga, PT. Inka, PT. Telkom dan Bank Mandiri sebagai representasi raksasa BUMN yang kuat, rencananya membangun monorail dari Bekasi-Jakarta. Jangan lupakan di sebelah timur, Kalla Group juga sedang membangun monorail Makassar yang melintasi empat kota sejauh 40 KM soal panjang monorail Makassar lebih panjang tapi soal kerumitan saya yakin monorail Jakarta lebih rumit khususnya soal lahan dan tata kota, mana lebih cepat apakah PT. Jakarta Monorail , PT. Adhi Karya atau kuda hitam dari timur Kalla Group ???

Siapa yang lebih cepat, tinggal menunggu waktu yang penting semangat itu belum pudar. Semangat Jokowi di Jakarta dan semangat Kalla di Makassar untuk mewujudkan mode transportasi futuristik yang cepat, sehat dan efektif. Kalau negeri jiran bisa, lalu kenapa kita tidak mampu! Lebih cepat lebih baik, seperti ucapan pak Jusuf Kalla.

Salam

4 Des 2012

Birokrasi Gaya Ahok

13538328831870115664
Gaya Ahok memimpin rapat (www.news.liputan6.com)
Badannya tinggi besar dengan raut wajah terlihat dingin, tegas tanpa kompromi. Dari kalimatnya mencerminkan pribadinya yang tidak takut dan percaya diri. Orang Mengenalnya sebagai Ahok. Putra Belitung yang kini menjadi orang no. 2 di DKI. Di pulau yang sama juga lahir penulis hebat Andrea Hirata, sepertinya Belitung akan terus memberikan putra terbaiknya untuk bangsa ini.

Sebelum maju menjadi kandidat wakil Gubernur DKI, hanya segelintir orang yang mengenal Ahok. Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. atau Ahok adalah mantan anggota DPR RI 2009-2014, pernah pula menjabat sebagai bupati Belitung Timur 2005-2006, pernah gagal menjadi Gubernur Bangka Belitung periode 2007-2012. Insting tajam dan tegas sang Wagub tidak lepas dari latar belakangnya sebagai Pengusaha yang sukses di Negeri Laskar Pelangi.

Di Pulau yang dulu dikenal sebagai penghasil Timah ini Ahok dikenal dengan gaya birokrasinya yang tegas. Tidak jarang Ahok memarahi PNS yang tidak becus. Selama menjabat Bupati prestasi Ahok cukup bagus, rakyat Belitung Timur bisa menikmati sekolah gratis selain pendidikan, Ahok juga membebaskan biaya berobat kepada warganya. Tidak cukup sampai disitu ketika penerimaan CPNS, Ahok membuat gebrakan dengan mengumumkan hasil test CPNS lengkap dengan poin yang di dapat, sikap transparansi Ahok ternyata menular ke ibukota.

Saat menjadi Wagub sekarang Ahok mengupload hasil rapatnya ke Youtube. Hingga hari ini video do Youtube sudah di nonton sebanyak 1 juta orang. Melihat gaya koboi Ahok banyak yang senang apalagi sejak dahulu warga ibukota memang gemas dengan prilaku birokrasi yang rumit dan panjang. Padahal tunjangan PNS di ibukota lumayan tinggi.

Dengan Jokowi, Ahok sudah berbagi tugas jika Jokowi keluar maka Ahok yang tinggal di kantor mengurus administrasi kantor. Sebagai orang yang lama di swasta gaya santai PNS sangat mengusik Ahok. Langkah pertama tentu membenahi para birokrat yang malas dan lamban.  Sebagai contoh ketika rapat Ahok sempat marah melihat notulis rapat yang masih menulis tangan tidak memanfaatkan teknologi “kampungan banget sih lo, itu ada laptop di depan mata kenapa tidak di pakai ?” sekarang setiap rapat sudah ada 2 notulis lengkap dengan laptopnya. Hasil rapat tersebut nantinya diberikan ke Jokowi. “Membuat notulen rapat saja tidak mampu. Padahal, gaji dan tunjungan PNS DKI sudah sangat besar. Namun kinerjanya rendah. Apalagi dalam hal pelayanan terhadap masyarakat sangat buruk,” tegas Ahok (www.harianterbit.com)

Gaya koboi Ahok juga terjadi di dinas PU, ketika melihat anggaran PU yang besar Ahok meminta supaya dipotong 25%. Seminggu kemudian 14 November 2012 giliran SMU MH Thamrin mendapat jatah marah Ahok. Ahok jengkel melihat SMU yang di subsidi sama pemerintah hanya diperuntukan untuk siswa kaya. Selama Ahok berkantor, prilaku karayawan yang pulang sebelum waktunya semakin berkurang. Malah sekarang banyak PNS yang lembur sampai malam menemani sang wagub. Ahok juga pernah marah ketika mendapati anggaran pidato yang mahal 1.2 milyar.

Gaya keras Ahok bisa jadi merupakan tipikalnya sebagai orang Sumatera, atau bisa jadi Ahok sudah memahami kultur birokrasi yang bertele-tele dan harus segera diubah. Apalagi dengan latar pengusaha yang dituntut untuk efektif dan efisien dalam segala hal. Berbeda dengan PNS yang tidak dikejar target. Sebagai wagub, Ahok memilih tinggal di rumah pribadinya  di Muara Karang Utara P-8 No.27, Pluit Jakarta Utara.  Sebelum terjun di dunia politik, Ahok dulunya adalah Pengusaha lokal di negeri Laskar Pelangi. Tahun 1999 selepas kuliah Teknik di Trisakti Ahok pulang kampung dan mendirikan perusahaan. Usahanya terpaksa di tutup karena berani melawan pejabat yang sewenang-wenang. Dari situ Ahok paham cara kerja birokrat yang buruk.

Untuk menyerap masukan dari rakyat Ahok punya 12 Blackberry yang siap menampung aduan tersebut. Setiap aduan yang masuk akan disaring berdasarkan dinas seperti dinas PU atau dinas sosial. Nantinya aduan tersebut akan ditindak lanjuti bersama dengan Jokowi. Gaya Ahok mirip dengan gaya JK ketika di pemerintahan, gayanya ceplos-ceplos dan tegas.

Kemunculan Ahok dengan gaya birokrasinya yang bagi sebagian orang dibilang “gila” tapi bagi yang ingin perubahan gaya tersebut efektif membangunkan kembali birokrat yang loyo dan bertele-tele. Selamat bekerja Ahok, kalau dulu orang Tionghoa sering di kerjai sama birokrat kita, sekarang ada seorang Tionghoa berani melabrak birokrat yang lamban, kalau dulu kita sering dengar orang Tionghoa bilang sincai sincai maka sekarang Ahok bilang berani korupsi saya lapor KPK.

Salam

Malaysia (Masih) Seteru Serumpun

Kecewa. Demikian perasaan hati saya menyaksikan Garuda lagi-lagi takluk dari Harimau Malaya, lebih memiriskan kita gagal melangkah ke babak semifinal menyamaikan rekor lima tahun silam dinegeri serumpun Singapura. Padahal sebelas Harimau sempat ketar ketir menahan serangan anak-anak Garuda, peluang datang bertubi-tubi dari kaki Syamsul, Irfan dan Taufik tapi dewi Fortuna masih menjauhi kita. Justru disaat asyik memperagakan sepakbola menyerang, Garuda kecolongan lewat crossing jauh Mahali Jasuli anak Jawa yang berseragam biru Malaysia.
 
1354439067833732746
Andik Cs kembali kalah dari Malaysia 0-2 (Foto:http://sport.detik.com)
Kita kalah 0-2, ribuan suporter Garuda yang hadir di Bukit Jalil tertegun tapi perjuangan semalam patut diapresiasi. Dengan segala kekurangan mereka tampil bak warior dalam film Sparta coba merengsek maju menumpas semua lawannya. Celakanya musuh terbesar timnas justru datang dari anak bangsa sendiri dari para penghujat dan kelompok yang senang lihat timnas mereka keok.

Malaysia tidak istimewa kecuali mereka paham cara menang yaitu mencetak gol. Rajagopal yang tampannya mirip tuan Thakur dalam film-film India punya racikan yahud dibanding koleganya Nil Maizar. Lagi-lagi jam terbang yang bicara, sama dengan laskar garuda yang tampil minus jam terbang. Semalam saya berharap ada mukjizat seperti tujuh tahun silam ketika di semifinal AFF Cup 2005 kita mengalahkan Malaysia 4-1 di Bukit Jalil. Tapi si tuan Thakur Rajagopal tidak ingin mengulang sejarah, dia tumpuk pemain dilapangan tengah untuk meredam kreativitas gelandang kita. Hasilnya bagus, Garuda mati akal dan gagal mengkonversi peluang menjadi gol.

Sejak skandal Senayan 1962, aroma perseteruan serumpun antara Indonesia dan Malaysia tidak pernah padam. Kita kalahkan Malaysia di final Sea Games 1987 tapi mereka membalasnya di Sea Games 1989. Kita pecundangi mereka di Sea Games 1995 dan 1997 tapi mereka menebusnya di Sea Games 2001. Kita dihancurkan di GBK tapi kita membalasnya di Bukit Jalil, demikian perseteruan yang tak kunjung padam sejak zaman Si Abdul Kadir  hingga zamannya Andik Vermansyah, Malaysia adalah seteru serumpun.

1354439218403851632
Curhat suporter di Bukit Jalil (Foto:kaskus.co.id)
Apresiasi yang tinggi layak dipersembahkan untuk si nomor 12 : supporter Garuda. Mereka layak disebut sebagai suporter sejati nomor tiga di dunia kata Frans Beckenbauer legenda hidup Jerman, sebuah spanduk besar bertuliskan“Kami bukan PSSI, kami bukan KPSI, kami hanya TKI yang cinta timnas Indonesia”. Kalau TKI bisa jernih melihat persoalan timnas lalu kenapa para elit itu buta mata hatinya.

Gagal di AFF cup bukan kiamat bagi timnas kita. Kurang dari tiga bulan lagi timnas akan bertanding diajang yang lebih tinggi yaitu kualifikasi Piala Asia 2015. Dengan skuad yang ada rasanya sulit untuk bisa menandingi raja-raja Asia: Arab Saudi, Iraq dan China. Catatan yang penting adalah kita keropos dibelakang dan mandul di depan, kita butuh tembok kokoh semacam Robby Darwis di masa jayanya dan juga kita butuh tukang gedor selincah Kurniawan DJ.

Bagi saya kekalahan ini adalah cambuk untuk maju lebih baik. Bercermin pada tahun 1993 sampai 1995 ketika prestasi timnas kita gagal total, mereka gagal total di Pra Piala Dunia 1994 dengan hanya satu kemenangan dari Vietnam dan tujuh kekalahan, gagal di Piala Kemerdekaan 1994 hingga timnas batal ke Asian Games dan gugur di penyisihan Sea Games 1995 di partai penentuan kita kalah dari Vietnam 0-1. Tapi setahun kemudian timnas bangkit dan lolos di Piala Asia 1996 dan mencetak hasil bagus di negeri teluk.

Saya membuat tulisan ini dengan tetap memakai jersey Garuda, karena semalam saya tetap bangga dengan timnas, sambil ditemani lagu “Tanah Air ku” ciptaan Ibu Soed, sebagai kecintaan saya terhadap negeri ini dan sebuah video kemenangan tujuh tahun silam di AFF Cup 2005 menjadi penghibur saya sore ini.

Makassar, 2 Desember 2012

Salam

20 Nov 2012

Spirit Garuda Hadang Singa Afrika


13532190941670753630
Spanduk Macz Man, suporter Makassar di laga Indonesia kontra Kamerun 17 November 2012. (Republika co.id)
Sebuah sepakan ketiang jauh kiper Kamerun Youthejehu Rostand  yang dilesakkan Andik nyaris menjadi gol, penonton dibuat histreria. Itu merupakan peluang terbaik timnas semalam kala menjamu Singa Afrika Kamerun. Hasil akhir imbang 0-0, Indonesia bisa mengimbangi salah satu kekuatan Afrika yang pernah di takuti. Memang timnas Kamerun hadir di GBK tanpa Eto’o dan Song tapi kualitas bermain mereka jauh melebihi kita, pemain Kamerun mampu mengalirkan bola dengan nyamannya, mereka benar-benar menikmati permainan. Di babak pertama timnas kedodoran menghadapi Singa Afrika yang lapar.

Masuk babak kedua, Garuda mulai mengepakkan sayapnya, dua sayap garuda Andik dan Okto yang di babak pertama bermain buruk, mulai menemukan permainannya puncaknya ketika Andik nyaris membuat gol. Tony Cussel yang di DNAnya hanya 50% Indonesia bermain taktis, mengatur tempo permainan membuat Singa-Singa gigih bersembunyi di garis pertahanan. Sayangnya serbuan garuda belum mampu membuat sebiji gol, padahal peluang di babak kedua cukup banyak. Secara kualitas, stamina, visi bermain jelas Kamerun diatas Indonesia, tapi soal spirit dan daya juang timnas Indonesia lebih baik. Lihat saja bagaimana kaki-kaki kecil Taufik berani beradu dengan pemain Kamerun, atau JVB yang tambun berjibaku melawan berat badannya memburu bola tanpa lelah dan penuh determinasi.

13532193372027628541
Serangan Singa Afrika ke jantung pertahanan Indonesia. (Republika.co.id)

Melawan The Indomitable Lions, Indonesia lebih banyak tertekan, indikasi beda kelas memang sudah terlihat di tabel rangking FIFA. Kamerun  nangkring diposisi ke 62 sedangkan Indonesia berada di kasta 165. Sebenarnya kedua timnas sedang bermasalah, timnas Indonesia bermasalah karena sekelompok bandit sedang mengacau, sedangkan Kamerun semenjak meraih emas di Olimpiade Sidney 2000 prestasi mereka menukik tajam, puncaknya beberapa saat yang lalu Kamerun gagal lolos ke putaran final Piala Afrika 2013. Menyedihkan mereka kalah dari Tanjung Verde negeri antah berantah yang sepakbolanya tidak dikenal.

Namun pembeda malam itu adalah stadion GBK mulai riuh oleh supporter. Barisan spanduk dari kelompok suporter Indonesia terpampang melingkari GBK, ada Spartacks dari Padang, Kediristi dari Kediri, Panser Biru dari Semarang, Bonek Surabaya, Pasoepati dari Solo, Slemania dll. Tapi yang paling membanggakan saya adalah spanduk besar The Macz Man Zona Jakarta kelompok suporter kreatif dari kota saya, Makassar. Setidaknya spanduk itu bisa mewakili perasaan hati orang Bugis Makassar akan timnasnya. Perasaan hati sekaligus menebus rasa malu karena sebagian tokoh-tokoh dibalik pengacu itu adalah putra Bugis sama dengan saya, Nurdin Halid, La Nyala Mattaliti dan Andi Mallarangeng memilih berdiri dibarisan kelompok tertentu dan melupakan kepentingan yang lebih besar, bangsa Indonesia.
13532197191243981843
Para pendukung Timnas yang setia di GBK (Republika.co.id)
 Modal seri semalam berpengaruh besar pada poin timnas di tabel klasifika FIFA, tapi apalah arti rangking yang semakin bagus jika gagal total di Malaysia. Seminggu lagi timnas beradu dengan negeri Seribu Gajah, Laos tepatnya 25 November 2012. Partai perdana menentukan langkah timnas berikutnya apalagi dua lawan serumpun sudah menunggu yaitu Singapura dan Malaysia. Satu-satunya kekurangan timnas adalah lini depan yang kurang tajam, menempatkan seorang finisher macam Bambang atau JVB seorang diri dan membiarkan Irfan berkeliaran sampai ke garis pertahanan kurang tepat.

Nil harus berani berekspirimen dibarisan depan, seperti kala Dino Zoff yang lebih memilih Marco Delvecchio di final Euro 2000, Delvecchio bisa mencuri satu gol walau hasil akhirnya Italia kalah dari Prancis. Nil perlu mempertimbangkan memasang striker yang bisa membuka ruang dan silih berganti bertukar posisi dengan Irfan, rasanya anak muda M. Rahmat layak di coba. Ketika menang besar 5-0 melawan Brunie, Irfan diduetkan dengan M. rahmat.

Dan semoga spirit semalam bisa memacu garuda untuk terbang tinggi di Piala AFF 2012, mampu menggepakkan sayapnya dan mencengkram lawan-lawannya dan merengkuh tropi untuk kali pertama. Teruslah berjuang Garuda ku, kami selalu mendukung mu. Garuda didadaku, Garuda kebanggaan bangsa ku.

Salam
 


27 Sep 2012

7 Hari Bersama Ayat-Ayat Tuhan

18 September 2012 akan menjadi kenangan semur hidup saya, betapa tidak di hari itu adalah kali pertama saya didaulat menjadi pasien rumah sakit. Awalnya karena kondisi badan yang drop dimana kepala pusing karena anemia yang akut, saya coba ke dokter berharap di beri satu resep ampuh yang bisa menyembuhkan radang di lambung saya. Boro-boro dapat resep, dokter langsung menganjurkan saya masuk UGD, tanpa berpikir panjang malam itu saya pasrahkan diri menginap di rumah sakit.
Saya coba menenangkan diri dengan berupaya berpikir jernih dan yakin ada rencana Tuhan yang sedang bermain. Dalam banyak hal, Tuhan sering mengajari saya dengan kejadian yang langsung. Maka malam itu mata ini sulit terpejam merenungi sakit dan hikmah dibaliknya.

Beruntung saya punya dua kartu askes, satu dari tempat kerja saya dan satu dari istri. Karena IP/plan dari istri lebih baik maka saya memilih memakai kartu askes dari kantor istri. Saya di rawat di RS. Ibnu Sina milik yayasan Universitas Muslim Indonesia. Karena kelas VIP sudah penuh maka untuk sementara saya di bantarkan di kelas 1 B di lt 3. Bersama saya dalam ruangan itu penderita sakit lambung yang tidak bisa menelan makan, setiap makan selalu muntah dan sering batuk-batuk. Syukur saya hanya semalam berada di tempat itu, besoknya saya kembali di pindahkan di lantai 2 kelas 1 A, lumayan bagus kamarnya luas dan untuk satu pasien. Hasil diagnosis dokter HB darah saya anjlok sampai 4,4 padahal normalnya sekitar 12. Untuk banyak kasus pemilik HB di bawah 5 sering pingsan.

Penyakit radang/pendarahan lambung seringkali terjadi karena pola makan yang salah. Padahal saya sadar dengan ayat Tuhan yang berbunyi “makan dan minumlah kalian tapi jangan berlebihan”. Berlebihan, yah itu masalah yang membawa saya ke tempat ini, berlebihan ke ketika memakan Lombok yang pedas, berlebihan ketika makan dll sehingga kerja lambung menjadi berat.
Dokter pun menyarankan saya untuk transfusi darah, pihak RS meminta kami mencari stok darah sendiri, stok darah di bank darah RS lagi kosong. Sedangkan di PMI stok darah juga kosong. Istri saya bergerak cepat dengan menghubungi teman-temannya via BBM. Hari itu kami mendapat kabar bagus kalau ada 2 pendonor yang siap. Sayangnya ke-2 pendonor tadi ditolak karena HB darahnya juga rendah dan satu lagi sedang haidh. Hari pertama atau hari ke-2 di RS kami gagal mendapatkan darah.

Besoknya, kami mendapatkan kabar baik, ada 2 pendonor yang siap dan mereka lolos pemeriksaan di PMI. Enaknya jadi peserta askes, kami tidak mengeluarkan sepeser sen pun untuk menebus 2 kantong darah yang harganya @ 250 ribu rupiah. Pihak RS yang membayar ke PMI. Setelah transfusi 2 kantong darah, HB saya kembali di periksa, hasilnya masih dibawah normal yaitu 6.6. Dokter meminta transfusi 3 kantong darah lagi. Alhamdulillah kali ini PMI punya stok darah untuk kami, kami dengan mudah mendapatkan 3 kantong darah. Total 5 kantong darah yang masuk ke tubuh saya seharga 1.250.000 rupiah.

Ketika transfusi darah saya ingat 2 minggu sebelum masuk RS saya pernah mentraktir teman-teman kantor 250 ribu, dan kini Tuhan menggantinya 5 kali lipat yaitu 5 kantong darah yang satu kantongnya seharga 250 ribu. Benarlah firman Tuhan, jika bersedekah maka Allah akan melipatgadakan kebaikan. Dan Rasul pun bersabda bahwa Sedekah tidak mungkin mengurangi harta”

Setelah 3 malam di RS, kami mendapatkan kabar kalau malam itu bisa pindah ke kelas VIP di lantai 5. Padahal sebelumnya kami masih berada pada antrian ke-5. Tapi karena hubungan baik RS dengan pihak asuransi kami, maka kami mendapat prioritas utama. Saya ingat kerjasama antara RS dengan asuransi itu terjadi sekitar tahun 2007 dan 2008 ketika itu saya masih menjadi karyawan diperusahaan asuransi itu. Selama jadi karyawan saya berusaha agar pembayaran ke asuransi itu selalu cepat. Ternyata kebaikan kecil itu berbuah manis. Jika kamu menanam padi maka akan tumbuh padi dan juga rumput disekitarnya, sebaliknya jika kamu menanam rumput maka hanya tumbuh rumput, demikian perumpaan orang-orang yang berbuat kebaikan akan menghasilkan kebaikan yang lain. Peringatan Tuhan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.”

Setelah 5 hari kondisi tubuh saya semakin bagus, HB darah juga sudah 10, 6 yang artinya dokter mengizinkan saya untuk di endoskopi. Endoskopi adalah proses memasukkan kamera ke dalam tubuh untuk melihat kondisi tubuh. Saya pernah dengar cerita teman yang habis di endoskopi, kalau selang yang besarnya sebesar jari bukan di masukkan lewat mulut tapi lewat (maaf) dubur. Untuk kasus saya endoskopi lewat mulut.

Saya coba untuk rileks, tapi selang yang masuk kedalam mulut terasa berat ketika melewati kerongkongan. Beberapa kali saya ingin muntah, kabel/selang tersebut terus saja dipaksakan masuk. Sekitar 30 detik saya merasakan sesuatu yang tidak nyaman. Baru ketika kabel terasa sudah masuk ke area perut saya merasa sedikit tenang. Sambil menahan sakit saya melihat di TV gambar dalam perut saya. Sungguh hebat teknologi sekarang, bagian dalam tubuh bisa di lihat langsung dengan jelas dan berwarna. Kelihatan beberapa bagian yang luka seperti sobek. Saya ingat firman Tuhan yang berbunyiKami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di segenap ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”. Ternyata dalam diri kita terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan salah satunya sistem pencernaan yang hebat dan teratur.

Selama satu pekan di rumah sakit, sisi spritualitas saya seperti sedang di recharge dan di uji kembali. Paling berat adalah bagaimana tetap shalat dengan kondisi terinfus mesti ke kamar mandi untuk membersihkan diri agar tetap suci yang merupakan sahnya shalat. Saya pulang ke rumah dengan senyuman karena telah menemukan kembali ayat-ayat Tuhan yang nyata bukan sekedar tersav dan dihapal di kepala. Saat meninggalkan rumah sakit, melintas sebuah ayat Tuhan “Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah kamu dustakan”

6 Sep 2012

Melacak Jejak Islam di Benua Indian

1344672177904617120
Wanita suku Indian yg muslim
Menyebut Amerika pikiran kita langsung tertuju ke salah satu negara adidaya bernama United States of America atau Amerika Serikat. Padahal Amerika serikat hanyalah salah satu negara yang di benua raksasa bernama Amerika. Bangsa Eropa menyebut benua ini sebagai benua baru, sedangkan pelaut Islam dari Afrika dan Asia mengenalnya sebagai tanah yang asing. Walau datang lebih telat 700 tahun dari pelaut dan pengembara Islam, bangsa Eropalah yang dikenang sebagai penemu benua ini.

Indian Muslim, Fakta Yang Terlupakan !!
Tidak banyak kisah maupun catatan yang menghubungkan benua Amerika dengan Islam kecuali pada akhir-akhir dekade ini. Sejarah yang lama akhirnya terungkap bahwa tanah asing ini merupakan koloni dagang bangsa Afrika Barat dan Arab yang muslim. Bagai sebuah frame sejarah yang hilang, cerita kedatangan Islam di benua merah hilang tanpa bekas. Sejak bangsa kulit putih datang dan merampas kemerdekaan penduduk pribumi, sejak itu juga Islam kehilangan momentumnya. Apalagi mandat dari Raja Spanyol yang melarang Islam di benua Amerika telah mengubur agama ini. Praktis di Karibia dan Amerika selatan & tengah agama ini tinggal menjadi cerita lama.

Sisa Islam berupaya eksis di jantung Missisippi namun kekauatan bedil sang Inggris dan dilanjutkan adiknya Amerika menenggelamkan Muslim Indian. Namun bekasnya masih bisa dilihat di Arsip Nasional atau Perpustakaan Kongres. Kesepakatan 1987 atau Treat of 1987 mencantumkan bahwa orang Amerika asli menganut sistem Islam dalam bidang perdagangan, kelautan, dan pemerintahan. Arsip negara bagian Carolina menerapkan perundang-undangan seperti yang diterapkan bangsa Moor. Perjanjian seperti Perdamaian dan Persahabatan itu yang ditandatangani di Sungai Delaware di tahun 1787 menanggung tanda tangan dari Abdel-Khak dan Muhammad bin Abdullah, sebuah nama dan identitas muslim.
13446722911402273195
Sequoyah

Selama ini suku Indian digambarkan dengan bulu burung elang dikepala, tapi dari catatan sejarah diketahui bahwa terdapat suku Indian yang memakai sorban khas dari Arab. Salah satunya adalah Sequoyah pemimpin suku India Cherokee di Amerika. Sequoyah terkenal karena mampu membuat aksara bagi suku Cherokee yang mirip dengan aksara Arab. Kepala Suku Cherokee terakhir yang memiliki nama Muslim adalah  Ramadhan Ibnu Wati dari Cherokee pada tahun 1866. Bahkan ada sekitar 500 nama tempat di Amerika yang mangadopsi nama dari Arab dan kebudayaan Islam. Di AS terdapat nama kota Islam seperti Medina dan Mecca.

Gelombang kedatangan Islam
Kedatangan pemukim Eropa dalam jumlah besar menggeser wilayah koloni bangsa Indian hingga orang Indian terdesak dan kehilangan tanah airnya. Sedangkan di Amerika Latin yang dijajah Spanyol dan Portugis, bangsa Indian kehilangan peradaban besar dan sejumlah emas mereka dijarah. Di Meksiko terdapat komunitas muslim dari suku Indian di Chiapas.

Sejak abad 15 sampai 16 Indian Muslim mengalami tekanan yang besar, gelombang kedatangan kedua orang Islam ke dunia baru terjadi pada masa perbudakan. Budak-budak dari Afrika Barat di bawa ke Amerika, sebagian besar budak itu adalah muslim. Tertekan kehilanganhak azasi sebagian besar budak Afrika menyembunytikan identitas keislaman mereka. Hingga benar-benar hampir menghilang. Nama Estevenizo dari Azamor tercatat dalam sejarah sebagai muslim pertama dari Amerika Utara. Estevenizo merupakan budak orang Spanyol.

Gelombang ketiga kedatangan Islam di Amerika terjadi pada abad 19, adalah para pekerja yang dibawa oleh bangsa kolonial seperti Inggris dan Belanda, mereka diperkerjakan di ladang-ladang perkebunan di benua Amerika Selatan bagian utara seperti Guyana dan Suriname. Orang-orang Inggris membawa kuli atau pekerja dari India dan Pakistan yang sebagian dari mereka adalah Muslim, sedangkan orang Belanda mengangkut orang Jawa ke Suriname. Para bekas pekerja ini yang kemudian melahirkan generasi Islam di Guyana dan Suriname.

Gelombang kedatangan Islam keempat yaitu para imigran dari timur tengah khususnya Lebanon, Palestina dan Suriah. Mereka adalah korban yang lari dari amukan perang agama, walau sebagian besar dari mereka beragama Kristen tapi terdapat sebagian kecilnya adalah muslim. Salah satu keluarga muslim yang terkenal adalah keluarga Menem, yang salah satu generasinya menjadi presiden Argentina yaitu Carlos Menem. Carlos Menem kemudian hari berpindah agama ke Katholik agar bisa menjadi calon presiden Argentina. Konstitusi Argentina memang mencantumkan syarat agama sebagai syarat menjadi presiden. Di Argentina sendiri bermukim kurang lebih 3 juta umat Islam, yang mana merupakan tempat tinggal muslim terbesar di Amerika Latin.

Tokoh Islam dari Benua Amerika

Dalam perkembangan modern, terdapat beberapa orang Islam yang berprestasi hebat di benua Amerika. Di Amerika serikat banyak sekali umat Islam yang menorehkan nama mereka dengan tinta emas seperti Kareem Abdul Jabbar (pemain basket terbesar dalam sejarah NBA), Muhammad Ali (Juara dunia kelas Berat), Mike Tyson (Juara dunia Kelas Berat), Bernard Hopkins (Juara dunia tinju), Malcom X (tokoh HAM), Akon (Rapper), Rima Fakih (Miss USA 2010), Keith Ellison (Anggota kongres msulim pertama), dll.
1344670302157367320
Foto Noor Hassanalli
Sedangkan tokoh muslim dari Amerika Latin dan Karibia yang paling dikenal adalah Noor Hassanali. Noor Mohammed Hassanali adalah presiden muslim pertama di benua Amerika yaitu negara Trinidad & Tobago periode 1987 sampai 1997. Noor Hassanali merupakan generasi muslim yang berasal dari India yang nenek moyangnya ikut serta menjadi pekerja perkebunan milik Inggris. Di Trinidad & Tobago sendiri muslim sekitar 10%.
Sama dengan laju Islam di Eropa maka Islam di Amerika tumbuh sangat cepat. Bedanya Islam di Amerika tumbuh dengan dinamis dan jauh dari hingar bingar berita, kecuali Islam di Amerika Serikat. Di Negeri paman Sam sendiri Islam merupakan agama kedua terbesar, sayangnya jejak islam suku Indian sudah nyaris tak terdengar.

Salam